Santri Sejati

Bukan Nasib, Memburu Film Soekarno dan 99 Cahaya di Langit Eropa

downloadIni bukan cerita atau curhatan, hanya saja catatan ringan. Sebilah kisah dua santri mendapat keinginan yang sama dan nasib yang sama, cie #uhuk, keinginan dan nasibnya tidak membebani sekali, hanya saja mereka si Apel dan si Jeruk mempunyai keinginan untuk menonton film “99 cahaya di langit eropa” dan film soekarno, tetapi belum terwujudkan.

Ceritanya dimulai sejak minggu kemarin, berlanjut ke hari senin, selasa dan hampir setiap hari kita merencanakan untuk datang ke bioskop Rajawali, semuanya gagal karena satu; tidak ada motor.

Ya tetap bersyukurlah, cita-cita menonton film tersebut tidak lain untuk diambil hikmah, dijadikan motifasi dalam hidup dan untuk membenahi peradaban yang sungguh.

Ini baru masuk  ke curcol: alasan si Jeruk menggebu-nggebu untu menonton ke dua film tersebut yakni, 1. karena cita-citanya ingin jadi produksi film termasuk penulis skenario ataupun sutradara, 2. menonton film karya anak bumi pertiwi yang islami, 3. ingin membuat review dari kedua film tersebut, 4. rihlah alam untuk refresh pikiran #ehm.

Kalau mau tahu alasan kenapa  si Apel sangat menggebu untuk menonton kedua film tersebut? tanyakan sendiri pada si Apel, posisi dia sekarang lagi berbaring di samping, dia ketiduran menunggu kontak montor yang tak kunjung datang. Sabar yo pel pel.

Semoga, tetap ada manfaatnya;

SoekarnoHai pak Hanung meski aku belum menonton film #soekarno, aku sudah tahu, kau pasti menginginkan agar indonesia dapat merdeka, dan kata merdeka bagi siapapun, pak Hanung kau juga menginginkan ada generasi agent of change untuk bisa merubah peradaban yang bertambah hari semakin terpuruk kan? yang sana sini tidak tahu peradaban yang beradab.

 

 

 

 

 

210835_143346_99dlmHai pak Hanum, aku tahu kau pasti menginginkan islam berjaya, cahaya islam menerangi atas semua desa, kota, profinsi, negara, benua dan dunia kan?, ceritamu agar menggambarkan dan memperkenalkan kepada siapapun bahwa islam itu indah, islam itu mudah dan toleran.

Semoga Allah SWT merahmati, dengan rahmat khusus. Amiin. ^_^. Nice,

Pel.. Pel.. Apel.. Tak mengapa Pel kita tertunda menonton keduaa film tersebut, tetap semangat, dan tetap smile. #senggol_sesar, keep smile!

Facebook Comments

4 thoughts on “Bukan Nasib, Memburu Film Soekarno dan 99 Cahaya di Langit Eropa

Comments are closed.