Santri Sejati

Berlayar Tuk Kembali, Berjuang Raih Asa Itu Pasti

084144_yachtingsportsnomer2Pergilah ke segoro, berlayar dengan getek pastinya lebih berkesan. Sesampainya, berkatalah pada air didasarmu dan langit diatasmu, ucapkanlah janji, berteriaklah, setelah itu menangislah. Setelah menangis, usaplah airmatamu, basuhkanlah dengan mengambil air dari dasarmu, segoro.

Angkat-angkat tas, sandal, kancingkan baju, tidak lupa pakai peci dan semprotkan parfum. Lalu bergegas keluar kamar, bonceng teman untuk sampai ke tempat omprengan angkot kuning, menuju ke kali gadung. Ini flash back, diriku yang sangat suka sekali jika ada liburan untuk pulang ke rumah. Berbeda dengan adegan dibawah ini.

“falah, udah disiapin belom?”, “belom, mak!, nanti kalau mau berangkat aja!”, sahut Fajrul (penulis). “mau berangkat jam berapa, jangan kesorean!”. “iya nanti”, jawabnya, matanya yang terus melihat siaran televise dan jemari yang masih lekat dengan keyboard laptopnya. Beginilah, gambaran umum, hendak kambali ke pondok.

Satu minggu lebih 3 hari, itu masa ku dirumah ketika liburan semester 1. Tentunya memperoleh banyak hadiah dari orang tua, kakak dan adik, dan saudara-saudara, juga teman. Orang tua yang sangat memperhatikan bagaimana anaknya akan tumbuh dan berkembang. Kakak yang sudah banyak memberi dan bercerita, adik yang sudah memberikan usaha yang maksimal untuk tembus rangking 6, saudara-saudara yang sudah member saya masukan dan atur tur suwun sanget kangge lek Alim, yang sudah mau mengamalkan ilmu baca kitabnya, teman yang selalu mengisi hari-hari dengan keceriaan.

Satu hadiah yang sangat Oke!, itu satu kesatuan yang mau bersatu, jangan sepelekan, karena ini tombak runcing yang akan menancap pada tanah yang sakinah mawadah wa rahmah, thanks god!

Selama di rumah, tentunya banyak hal yang didapat, suka duka bercampur jadi satu. Banyak memang, ada duka ada suka, padahal semuanya masih saudara, yang seharusnya untuk saling memberi dan mengerti. Memberi tidak harus pake antar komisi, mengeluarkan uang atau bawa jajan, memberi cukup dengan sambung silaturahmi, ulur crita untuk dicarikan solusinya.

Saudaraku, yang semoga dirahmati khusus oleh Allah SWT, miss U ^_^

Ane punya seuntai tali yang semoga tuhan mengeratkan tali persaudaraan kita:

 

Seringnya hidup itu galau, akhirnya kita berantem dalam angan

Agar tidak galau, perlunya kita terapkan, sambungkan tali persaudaraan

Cilaka, jika saling saudara sudah tidak ada kesatuan

Mau jadi apa anak putu kita 10 tahun kemudian

 

Orang yang akan meninggalkan sejarah, sudah tidak ada

Seringnya para wartawan menyiarkan berita korupsi

Apa yang harus kita lakukan sebagai generasi muda?

Apa masa kita tidak cukup, yang telah lama dibodohi oleh bangsa yahudi?

 

Bagaimana dunia 10 thun ke depan?

Masih adakah kekerasan, penindasan, dan pembodohan besar-besaran

Akhina wa Ukhtina, semuanya itu tidak akan usai tanpa adanya pengorbanan.

imagesSetelah liburan, kini waktunya kembali ke pesantren, berburu ilmu berburu asa bersama pembesar bangsa, tidak ada kata lain selain bismillahirrahmanirrahim, bersama Allah pasti bisa. Kini jiwa dan raga sudah menetap di pesantren.

Facebook Comments